Tampilkan postingan dengan label Parasit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parasit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Sembrono Karena Toxoplasma


Alur Toksoplasma
Alur Toksoplasma
Para peneliti dari Republik Ceko mengatakan bahwa orang yang kekurangan proteintertentu dalam sel darah dan terinfeksi parasit yang disebut Toxoplasma memiliki respon yang lebih lambat.
Pada tikus, inang alami Toxoplasma, parasit tersebut menginfeksi otak, mengubah perilaku tikus sehingga lebih sembrono dan besar kemungkinan dimakan oleh kucing, yang kemudian mengeluarkan parasit dalam feses. Manusia akan terinfeksi karena memakan daging yang kurang matang dari hewan yang berkontak langsung dengan feses kucing yang terinfeksi. Selama ini Toxoplasma diketahui berbahaya bagi janin manusia, tetapi tidak beresiko bagi orang dewasa hingga muncul bukti bahwa parasit tersebut juga menyerang otak orang dewasa. Para peneliti menyempitkan efek tersebut pada orang terinfeksi yang juga memiliki darah Rh-negatif.
Para ilmuwan menyatakan bahwa antara 400.000 hingga 1 juta kematian karena kecelakaan lalu lintas di dunia, mungkin saja disebabkan oleh infeksi Toxoplasma yang memperlambat respon pengemudi.
Source: Media Kawasan September 2009
Jangan sampai Toxoplasma mengancam kesehatan anda, mulai dari sekarang jagalah kesehatan anda dan keluarga dengan mengkonsumsi Transfer Factor, molekul ajaib, karunia Tuhan yang dibuktikan lewat sains, yang mampu mengenali lebih dari 200.000 jenis kuman, parasit, jamur, bakteri, virus, dan mampu mengantarkan informasi kepada sistem imun tubuh anda, sehingga sistem imun dapat menyerang bakteri ataupun virus yang mengancama tubuh anda. Transfer factor aman dikonsumsi & tanpa efek samping, sudah dimasukkan ke dalam buku rujukan para dokter di Amerika (PDR) dan sudah menghasilkan lebih dari 3.500 uji klinis keampuhannya dalam menyerang virus, kuman, bakteri, parasit yang mengancama kesehatan tubuh anda.
TF Advance & Plus - Pendidik Sistem Imun Anda
TRANSFER FACTOR ADVANCE & PLUS

Kamis, 01 Agustus 2013

Transfer Factor dan Aplikasi Klinisnya


Peranan sel TH1, TH2

Sebelum kita mengerti kegunaan/fungsi transfer factor, sangat penting bila kita mengerti dulu tentang paradigma sel TH1 helper/TH2 helper. Sel limfosit T-helper berkembang menjadi 2 jenis sel. Sel TH1, mengatur imunitas seluler (cell-mediated immune), memproduksi: cytokines: IL-2, IFN-gamma, and TNF-alpha. Sel TH2 cells, mengatur imunitas humoral, atau produksi antibody, memproduksi: IL-4, IL-5, IL-6, IL-10, dan IL-13. Jika anda telah mengerti dan familiar dengan keadaan fenotip dominan TH1/TH2 pada seseorang, anda dapat lebih mudah mengidentifikasi kondisi tubuh atau kondisi penyakit pada orang tersebut dan membuat terapi yang tepat.

Respon sel imun seluler atau sel-TH1 helper sangat penting terhadap kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap berbagai serangan virus, jamur, parasit, kanker, dan organisme intraselular. Imunitas seluler dapat dites dengan:


1.
Skin tests-delayed hypersensitivity skin
5.
T-cell subsets;

testing;
6.
IL-2R
2.
Response to non-specific mitogens,
7.
NK cell level;

such as phytohemagglutinin (PHA),
8.
NK cell activity;

concavalina, or pokeweed mitogens;
9.
IL1 assay; and
3.
Response to specific mitogens, such as
10.
IL2 and interferon gamma, and other

diptheria, tetanus, or candida;

cytokines
4.
Response to alloantigens-mixed



lymphocyte reaction



Jika seseorang berada pada kondisi dominant-TH2, dimana terjadi penurunan imunitas selular dan penguatan imunitas humoral, maka kondisi yang akan terjadi adalah:

1.
Allergies
9.
Pertussis vaccination
2.
Chronic sinusitis
10.
Malaria
3.
Atopic eczema
11.
Helminth infection
4.
Asthma
12.
Hepatitis C
5.
Systemic autoimmune conditions such
13.
Chronic glardlasis

as lupus erythematosus and mercury-
14.
Hypercortisolism

induced autoimmunity
15.
Chronic candidiasis
6.
Vacctination-induced state
16.
Cancer
7.
Certain cases of autism
17.
Viral infections
8.
Hyperinsulinism
18.
Ulcerative colitis

A. Pada kondisi dominant-TH1, kondisi yang timbul adalah:
1.
Diabetes type 1
7.
Sjögren’s syndrome
2.
Multiple sclerosis
8.
Psoriasis
3.
Rheumatoid arthritis
9.
Sarcoidosis
4.
Uveitis
10.
Chronic Lyme disease
5.
Crohn’s disease
11.
H. Pylori infections
6.
Hashimoto’s disease
12.
E. histolytica

Pada kondisi hamil, terjadi keadaan dominant-TH2. Hal ini sangat baik untuk kondisi kehamilan. Bila berada pada kondisi dominan-TH1, atau respon imunitas seluler lebih dominant, akan menginduksi terjadinya penolakan terhadap fetus dan plasenta. (3) Karena reaksinya yang menstimulasi respon TH1 dalam banyak kasus, transfer factor sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan normal. Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis, yang terjadi pada kondisi dominant-TH1, akan membaik selama kehamilan. (4)