Tampilkan postingan dengan label 4Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4Life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Berjalanlah untuk Turunkan Gula Darah!


Ada hal yang perlu Anda ketahui dari penyakit diabetes: Meskipun Anda sudah terkena penyakit ini, Anda masih dapat mengendalikannya dan menghindari banyak dampak dari diabetes.
“Jika Anda hampir selalu menjalankan hidup sehat dengan benar, maka tak ada alasan bagi Anda untuk tidak hidup normal,” ujar Gerald Bernstein, MD, seorang endokrinolog di Beth Israel Medical Center di kota New York. Lalu hidup sehat macam apakah yang dimaksud oleh Dr. Bernstein? Jawabannya: rajin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki! Kombinasi dari diet yang sehat dan aktivitas fisik secara teratur seperti berjalan kaki dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan sebagai pemicu diabetes.
Banyak penelitian telah menunjukkan kekuatan olahraga dalam mencegah diabetes. Salah satunya adalah yang telah dilakukan oleh Nurses’ Health Study, yang menemukan bahwa wanita yang rajin berolahraga lebih dari satu kali dalam seminggu bisa mengurangi risiko mereka terkena diabetes sebesar 30%. Dan para peneliti Cina menyimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki gula darah tinggi namun rajin berolahraga dan merubah gaya hidupnya, mengalami penurunan risiko terkena diabetes sebesar 40%. “Padahal olahraga yang dilakukan tidaklah terlalu berat,” jelas Richard Eastman, MD, mantan direktur pada divisi diabetes di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases di Bethesda.
Pentingnya menggerakkan tubuh
Para pejalan kaki yang menderita diabetes terbukti dapat mengurangi jumlah asupan obat yang mereka gunakan karena aktivitas fisik membuat tubuh mereka lebih efektif dalam menggunakan insulin. Selain bisa menurunkan beberapa kilogram kelebihan berat badan, berjalan kaki juga meningkatkan jumlah resptor insulin pada sel tubuh. Insulin membantu gula darah bergerak menuju sel-sel tubuh, tempat yang seharusnya menjadi tujuannya.
Menurut Dr. Bernstein, setidaknya Anda harus berjalan kaki selama 30 menit sehari, tiga kali seminggu untuk meningkatkan fungsi tubuh dalam menggunakan insulin. Jika tujuan utama Anda adalah menurunkan berat badan, sebaiknya tingkatkan jumlah berjalan menjadi 6-7 kali dalam seminggu. Bagi penderita diabates, lakukan jalan kaki dengan ritme lambat karena menggerakkan tubuh terlalu bersemangat dapat menyebabkan gula darah meningkat, terutama bagi mereka yang kekurangan insulin pada tubuhnya.
Masih ada harapan
Jika Anda telah didiagnosa menderita diabetes, jalan kaki secara teratur dapat membantu mengatur penyebaran penyakit. Penderita diabetes yang menggunakan insulin dapat mengurangi jumlah pemakaian obat-obatan untuk diabetes sebagaimana aktivitas fisik dapat memungkinkan tubuh mereka menggunakan insulin lebih efisien.
Sebagai bonus, berjalan kaki secara teratur dapat mempertajam otak. Para ilmuwan telah mengamati para manula dengan penyakit diabetes terkadang mengalami kesulitan untuk berpikir lebih jernih. Dalam sebuah penelitian menunjukkan aktivitas fisik sepertinya juga memicu aktivitas otak.
Sebelum memulai olahraga berjalan, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter, khususnya jika Anda adalah penderita diabetes. Dokter dapat memberikan saran kepada Anda hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Anda melakukan olahraga.
Sumber: preventionindonesia.com
-Transfer Factor Glucoach-
-Transfer Factor Glucoach-
Transfer Factor Glucoach merupakan produk yang sangat istimewa. Fungsi TF Glucoach:
  • Untuk penyembuhan diabetes type I & II
  • Membasmi kuman yang menyerang pankreas dan fungsi insulin
  • Chromium, Vanadium & Ginseng mengimbangi gula & metabolisma.
  • Sebagai Antioksidan
Kandungan Bahan TF Glucoach Targeted Transfer Factor (a patented extract containing Targeted Transfer Factor from cow colostrum and egg yolks), Pterocarpus marsupium, Fenugreek, Momordica charantia, Gymnema sylvestre, Korean Ginseng, Alpha Lipoic Acid, and Vanadium.
Untuk konsultasi produk, hubungi Muhir (0852-11216375)

Ketidaksuburan yang Terselubung


Apakah Anda menggunakan pil KB atau alat kontrasepsi lain – yang berbentuk koyo, atau cincin, yang mengatur kadar hormon dalam tubuh? Ternyata, kontrasepsi jenis ini bisa menutupi gejala dari ketidaksuburan. Lho, kok, bisa?
Metode ini membuat haid yang palsu, yakni perdarahan yang tidak ada hubungannya dengan ovulasi. “Bisa jadi Anda tidak menyadarinya, sebab siklus haid Anda cenderung tidak teratur atau sempat tidak haid,” tutur Veronica Ravnikar, M.D.,  kepala bagian obstetri dan ginekologi di South Shore Hospital, South Meymouth, MA.
Selain itu, ketidaksuburan bisa pula terjadi akibat beberapa kelainan kelenjar tiroid (umum dialami wanita terutama usai melahirkan), kegagalan indung telur dini (sehingga Anda menopause sebelum usia 40 tahun), serta sindroma ovarium polikistik (penyebab utama ketidaksuburan wanita Amerika).
Pada saat ini, sekitar 10% wanita usia subur di Amerika mengidap sindroma ovarium polikistik. Gejalanya adalah meningkatnya hormon testosteron secara berlebihan serta adanya masalah insulin (yang menaikkan risiko terkena penyakit diabetes terutama saat hamil). Gejala lain berupa munculnya jerawat, penimbunan lemak (terutama di pinggang), tumbuhnya rambut tidak diinginkan di tubuh atau di wajah, serta rasa nyeri pada panggul.
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut selama pemakaian alat-alat kontrasepsi yang hormonal (atau sebelumnya), segera beritahu dokter Anda. Ia akan memeriksa kemungkinan Anda terkena sindroma tersebut dengan cara mengukur kadar hormon testosteron, bahkan sebelum Anda merencanakan kehamilan. Jadi, Anda bisa memulai terapi untuk mengatasi gangguan tersebut.
Source: www.parenting.co.id
-Transfer Factor Belle Vie-
-Transfer Factor Belle Vie-
Transfer Factor Belle Vie
Kegunaan :
• Menyehatkan Sistem reproduksi wanita.
• Mencegah & Menyembuhkan kanker Payudara.
• Menyehatkan sistem imun reproduksi wanita & membantu kesuburan
Diproduksi khusus untuk kesehatan wanita. Ia adalah molekul halus yang berisi sistem informasi di sel imun yang diperlukan untuk kesehatan tubuh yang seimbang.
4Life Transfer Factor E-XF dapat mendukung sistem imun dengan gabungan Transfer Factor, ekstrak susu awal sapi dan kuning telur ayam, gabungan fitoestrogen dan indol baik untuk kesehatan payudara dan sistem kesehatan wanita secara menyeluruh.
Kandungan Bahan TF Belle vie:
Targeted Transfer Factor® (a patented extract containing Targeted Transfer Factor from cow colostrum and egg yolk), Phytoestrogen Proprietary Blend (Kudzu isoflavone extract, red clover isoflavone extract, flax lignan extract), Cruciferous Vegetable Blend (broccoli, cabbage, and kale, along with indole 3-carbinol, diinodoly methane (DIM), ascorbigen and other dietary indoles), green tea extract, calcium d-Glucarate, grapeseed extract, clove oil, gelatin, glycerin, and water.
-Transfer Factor Male Pro-
-Transfer Factor Male Pro-
Transfer Factor Male Pro
Kegunaan :
• Menyehatkan Organ Pria secara keseluruhan.
• Melancarkan buang air kecil.
• Mencegah & Menyembuhkan kanker Prostat.
• Menyehatkan sistem imun organ Pria, kesuburan dan kejantanan.
4Life Transfer Factor Malepro, berisi targeted Transfer Factor yang sangat Ekslusive dan gabungan dari ektrak herbal pada umumnya, ia adalah molekul halus yang di perlukan sistem imun tubuh agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
4Life Transfer Factor mendukung sistem imun dengan menggabungkan transfer factor ekstrak susu awal sapi dan juga kuning telur ayam, Gabungan ini telah diproduksi secara ekslusif oleh 4Life dengan teknologi nanofactor yang sudah dipatenkan
Kandungan Bahan TF Malepro:
Targeted Transfer Factor (a patented extract containing Targeted Transfer Factor from cow colostrum and egg yolk), Zinc, Selenium, Saw Palmetto, Isoflavones, Lycopene, Proprietary Blend (Pygeum Extract, Nettle Extract, Soya Bean Extract, Broccoli Extract, Calcium d-Glucarate), lecithin, yellow beeswax, pure olive oil, gelatin, and glycerin.
Untuk konsultasi dan keterangan produk, hubungi : Muhir (0852-11216375)

Anemia pada Anak


Jangan anggap enteng penyakit anemia, apalagi pada anak kita.  Anemia, biasa disebut penyakit kurang darah merupakan kondisi di mana tingkat hemoglobin yang rendah karena kurangnya zat besi.
Menurut kriteria WHO, seseorang sudah mengalami anemia bila kadar Hb kurang dari 11 g/dl pada usia kurang dari enam tahun dan kadar Hb kurang dari 12 g/dl pada usia lebih dari enam tahun.
Penyebab langsung timbulnya anemia adalah asupan makanan yang tidak cukup dan infeksi penyakit seperti cacingan dan malaria.
Gejala anemia yang mudah terlihat antara lain:
  • lemah
  • lesu
  • lunglai
  • letih
  • muka pucat
  • kurang bergairah
  • mata berkunang-kunang
  • daya tahan tubuh menurun
  • keringat dingin
Anemia berdampak buruk pada otak, antara lain transfer oksigen terhambat, kecepatan hantar impuls syaraf terganggu, serta gangguan perilaku dan konsentrasi.
Yang perlu kita perhatikan adalah kebiasaan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, seperti membiasakan cuci tangan dengan sabun, imunisasi dasar balita, memantau berat badan bayi secara teratur serta membiasakan anak mengonsumsi sayuran hijau dan mengandung zat besi.
-Transfer Factor Advance-
-Transfer Factor Advance-
TRANSFER FACTOR ADVANCE
Untuk penyembuhan penyakit TF Advance mampu meningkatkan aktifitas & daya tahan tubuh hingga 283 %.
Suplemen yang membuat tubuh kita fit & bugar.
4Life Transfer Factor Tri Formula mengatur, meningkatkan dan menyeimbangkan sistem imun, menjadikan tubuh kita sehat selalu.
Hubungi Muhir (0852-11216375)

Eksim Atopik

Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat mereka berumur diatas 2 tahun. Namun, eksim juga bisa menyerang bayi yang baru lahir.Gejala utama yang dirasakan pasien adalah gatal. Terkadang rasa gatal sudah muncul sebelum ada tanda kemerahan pada kulit. Gejala kemerahan biasanya akan muncul pada wajah, lutut, tangan dan kaki, namun tidak menutup kemungkinan kemerahan muncul di daerah lain.Beberapa ahli mencurigai eksim berhubungan dengan aktifitas daya pertahanan tubuh (imun) yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit. Oleh karena itu, eksim banyak ditemukan pada keluarga dengan riwayat penyakit alergi atau asma.Penyakit ini bisa menyerang bayi baru lahir hingga usia 3 bulan. Wajah, pipi dan dagu kadang dahinya akan tampak kemerah-merahan dan kering. Tapi bisa juga basah bila luka.Malangnya, jika tangan balita kotor misal kena air liur atau bekas susu dan menyentuh lukanya, bagian yang terkena eksim itu bisa teriritasi. Balita akan merasa gatal dan panas. Tak heran jika ia menjadi rewel.Cara terbaik mengendalikannya adalah menghindari pemicunya, yakni:
  • Debu atau bulu-bulu
  • Keringat
  • Mandikan bayi minimal dua kali sehari agar kulitnya bersih. Berikan pelembab kulit agar tidak kering dan gatal
  • Pilih baju yang menyerap keringat dan tidak membuat kulit balita gatal.
  • Segera keringkan tubuh anak yang berkeringat dengan handuk bersih yang dibasahi air dan ganti bajunya dengan yang bersin.
  • Jika naik mobil dalam jangka waktu lama, hindarkan balita dari sengatan sinar matahari sepanjang perjalanan agar tidak kepanasan.
  • Zat-zat pemicu iritasi seperti pemutih baju. Bila terpaksa memakainya, segera bilas berulang kali.
  • Susu dan ikan. Jika bayi masih minum ASI, maka pemicunya bisa dari makanan yang dikonsumsi ibunya. Tapi jangan buru-buru Anda pantang makanan sebelum tahu pasti bahwa makanan tersebut memang eksim atopik balita.
-Transfer Factor Advance--Transfer Factor Advance-Pemberian Transfer Factor  Advance dapat membantu menenangkan aktifitas sistem imun yang terlalu aktif / berlebihan. Untuk mencegah dan mengobati eksim, diperlukan sistem kekebalan tubuh yang pintar.




Batuk Rejan pada Bayi


Batuk adalah penyakit yang paling kerap diderita oleh balita. Meski sekilas ringan, tapi tanpa penanganan tepat, batuk biasa akan memburuk. Akibatnya bayi terkena batuk berat yang disebut batuk rejan, batuk 100 hari, whooping cough atau pertusis.
Penyakit ini termasuk infeksi pernafasan akut yang sangat menular. Batuk ini lebih sering diderita bayi perempuan yang biasanya dimulai dengan batuk biasa yang kemudian semakin parah.  Selanjutnya, barulah gangguan ini meningkat ke stadium penyakit yang sebenarnya, yakni batuk terus-menerus diselingi tarikan nafas panjang dan berbunyi (whoop) yang diakhiri dengan muntah. Karenanya, selama batuk biasanya bayi tidak bernafas.
Bayi yang menderita batuk rejan, masa inkubasinya antara 6-20 hari dengan rata-rata 7 hari, harus segera dibawa ke dokter. Karena, penyakit ini mampu menimbulkan komplikasi berupa gangguan saluran pernafasan. Seperti radang paru-paru (bronchopneumonia) yang merupakan komplikasi berat yang paling kerap terjadi dan menyebabkan kematian pada bayi dibawah usia 3 tahun. Komplikasi lain adalah kejang, hernia dan lainnya.
Sebaiknya bayi diisolasi dalam kamar yang tenang. Hindari makanan yang sulit ditelan. Makanan berbentuk cair dalam porsi kecil, namun kerap diberikan adalah pilihan tepat. Untuk meringankan batuknya, kompres dada anak dengan air hangat atau gosok dadanya dengan minyak kayu putih atau mentol.
Pemberian vaksinasi pertusis yang terdiri dari kuman Bordetella pertusisi yang telah dimatikan akan membuat bayi kebal tapi tidak seumur hidup. Daya perlindungannya akan berkurang saat ia dewasa. Vaksinasi ini akan diberikan bersama-sama dengan vaksin difteri dan tetanus. Karenanya, imunisasi yang diberikan saat bayi 2 bulan adalah DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus).
*Diambil dari berbagai sumber
-Transfer Factor Advance-
-Transfer Factor Advance-
Untuk mencegah bayi terkena batuk, berikanlah Transfer Factor Advance dengan cara ditaburkan pada makanannya secara teratur. Transfer Factor Advance dapat meningkatkan sistem imun bayi hingga 287% dan mampu mengenali lebih dari 200.000 jenis kuman, parasit, virus, bakteri dan jamur yang mengancam kesehatan bayi. Transfer Factor tidak mengandung toksik, tidak menimbulkan efek samping dan AMAN untuk semua usia termasuk bayi.

Kanker Prostat



-Kelenjar Prostat-
-Kelenjar Prostat-
Kanker prostat adalah suatu tumor ganas yang tumbuh di kelenjar prostat. Kebanyakan kanker prostat ini tidak ada gejalanya karena penyebarannya yang sangat lambat.
Penyebabnya apa sih?
Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormontestosteron.
Gejalanya apa saja?
Gejala mulai dirasakan saat mulai menyumbat saluran kencing( di leher kandung kemih dan uretra. Yang dirasakan pada saat itu adalah adanya kesulitan untuk memulai kencing, meningkatnya frekuensi kencing, dan nyeri saat kencing. Selain itu, pancaran kencing melemah, atau bahkan hanya menetes.
Gejala lain adalah rasa penuh pada kandung kencing walaupun baru saja kencing. Hal ini terjadi karena kandung kencing tidak dikosongkan dengan sempurna.
Gejala lain yang jarang terjadi adalah ditemukannya darah di dalam air kencing, nyeri saat ejakulasi, atau timbul impoten.
Jika kanker sudah menyebar ke organ tubuh yang lain dapat timbul gejala seperti rasa lelah dan penurunan berat badan. Penyebaran ke tulang dapat menimbulkan gejala nyeri tulang atau patah tulang, terutama pada tulang paha atau tulang belakang.
-Transfer Factor Male Pro-
-Transfer Factor Male Pro-
Konsumsilah Transfer Factor Male Pro secara teratur untuk menjaga kesehatan prostat. Transfer Factor Male Pro akan menyehatkan kelenjar prostat dan fungsi reproduksi.
Kegunaan Transfer Factor Male Pro:
• Menyehatkan organ pria secara keseluruhan.
• Melancarkan buang air kecil.
• Mencegah & menyembuhkan kanker prostat.
• Menyehatkan sistem imun organ pria, kesuburan dan kejantanan.
4Life Transfer Factor Malepro, berisi targeted Transfer Factor yang sangat Ekslusive dan gabungan dari ektrak herbal pada umumnya, ia adalah molekul halus yang di perlukan sistem imun tubuh agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
4Life Transfer Factor mendukung sistem imun dengan menggabungkan transfer factor ekstrak susu awal sapi dan juga kuning telur ayam, Gabungan ini telah diproduksi secara ekslusif oleh 4Life dengan teknologi nanofactor yang sudah dipatenkan.
Kandungan Bahan TF Malepro:
Targeted Transfer Factor (a patented extract containing Targeted Transfer Factor from cow colostrum and egg yolk), Zinc, Selenium, Saw Palmetto, Isoflavones, Lycopene, Proprietary Blend (Pygeum Extract, Nettle Extract, Soya Bean Extract, Broccoli Extract, Calcium d-Glucarate), lecithin, yellow beeswax, pure olive oil, gelatin, and glycerin.

Virus Kawasaki, apakah itu?

HARI masih pagi saat sebuah mobil mewah meluncur dengan kencangnya di jalan bebas hambatan di Eropa. Tiba-tiba mobil menghantam tepi jalan dan terbalik. Saksi mata yang melihat menduga si pengemudi mabuk. Polisi datang dan menemukan si pengemudi seorang gadis berusia 19 tahun, meninggal.
Hasil otopsi menunjukkan gadis itu mendadak kena serangan jantung koroner sehingga tak dapat lagi mengontrol mobilnya. Ternyata, data rekam medisnya menunjukkan, ia pernah terkena penyakit kawasaki saat berusia 2 tahun tanpa disadari oleh dokter maupun keluarganya.
Tragedi serupa dialami Joni, bayi lucu yang berusia 8 bulan. Sudah lebih 10 hari ia demam dan ibunya sudah berganti dokter. Akhirnya ketahuan bahwa ia menderita penyakit kawasaki. Sayang sudah terlambat. Katup jantungnya mengalami kerusakan parah dan nyawanya tak tertolong lagi.

Apakah itu penyakit kawasaki (PK)?

PK ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, maka dinamakan penyakit kawasaki. Di Indonesia, banyak di antara kita yang belum memahami penyakit yang berbahaya ini, bahkan di kalangan medis sekalipun. Hal inilah yang menyebabkan diagnosis acap terlambat dengan segala konsekuensinya.
Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong. Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering pada anak usia 1-2 tahun. Bahkan, penulis pernah menemukan PK pada seorang bayi berusia 3 bulan yang menderita demam selama 18 hari.
Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per 1.000 anak balita, disusul Korea dan Taiwan. Di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita.  Di Indonesia, penulis menemukan kasus PK sejak tahun 1996, tapi ada dokter yang menyatakan sudah menemukan sebelumnya.
Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit kawasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit kawasaki ke-8 di San Diego, AS, awal tahun 2005. Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK.
Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Sekitar 20-40 persen-nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh  namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.
Penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu  infeksi, namun belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu cara pencegahannya juga belum diketahui.  Penyakit ini juga tidak terbukti  menular.

Gejala Awal

Gejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41° C. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik  tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap yaitu bercak bercak merah di badan yang mirip seperti pada penyakit campak.
Namun gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada PK. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga  penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki dan kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan (garis Beau).
Penderita PK harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pada jantung (terjadi pada 20-40 persen penderita) karena dapat merusak pembuluh nadi koroner. Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke 7-8 sejak awal timbulnya demam.
Pada awalnya dapat terjadi pelebaran pembuluh ini kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard. Pemeriksaan jantung menjadi hal yang sangat penting termasuk EKG dan ekokardiografi (USG jantung). Kadang  ultrafast CT scan, MRA (Magnetic Resonance Angiography) maupun kateterisasi jantung diperlukan pada kasus yang berat. Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas.
Biasanya jumlah sel darah putih, laju endap darah dan C Reactive protein  meningkat pada fase akut. Jadi diagnosis ditegakkan  atas dasar gejala dan tanda klinis semata sehingga  pengalaman dokter sangat dibutuhkan. Pada fase penyembuhan,  trombosit darah  meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung.
SOURCE: Kompas, 29 Juli 2008
-Transfer Factor Advance-
-Transfer Factor Advance-
Transfer Factor adalah ”Molekul Pendidik Sistem Imun” [ Immune IQ ]. 1 buah TF [ 300 mg ] berpotensi MENGENALI lebih dari 200.000 jenis kuman, virus, jamur, parasit, bakteri, dsb. Informasi IQ yang terkandung di dalam TF merangsang TENTARA – TENTARA sistem imun untuk MENYERANG segala musuh-musuhnya, sel – sel “rusak” dan juga sel – sel kanker.
Transfer Factor memiliki 3 fungsi utama :
1. Mendidik sistem imun dengan cara mentransfer informasi pada sel-sel imun terutama sel Natural Killer, untuk dapat mengenali rupa-rupa virus, bakteria, kuman, parasit, serta sel-sel “rusak” seperti fibroid, tumor dan sel kanker.
2. Merangsang / Meningkatkan aktifitas sistem imun untuk menyerang musuh-musuhnya serta mengingat / merekam rupa-rupa musuh agar tindakan dapat diambil dengan lebih cepat pada serangan di masa depan.
3. Menenangkan / Menyeimbangkan sistem imun untuk kembali kepada status “standby” apabila musuh-musuh telah berhasil diatasi (Imunomodulator ), serta mencegah terjadinya kesalahan sistem imun menyerang dirinya sendiri seperti yang terjadi pada penyakit Autoimun [ Lupus, Diabetes tipe1, Multiple Sclerosis, Psoriasis, Arthritis Rheumatoid, dsb ]
Lebih dari 3500 laporan uji klinis dihasilkan untuk membuktikan kekuatan TF.
-Bandingkan Kekuatan Transfer Factor dengan Produk Lainnya-
-Bandingkan Kekuatan Transfer Factor dengan Produk Lainnya-
Untuk konsultasi dan penjelasan produk, hubungi Shally (08567230205) atau Daniel (08159974910).

Atasi Jantung Koroner


Penyakit Jantung Koroner merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak dapat bekerja dengan semestinya karena otot jantung mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.
Penyebabnya?
Penyebab utamanya karena pembuluh darah yang menyempit/mengeras (Aterosklerosis).
faktor yang paling berperan adalah kenaikan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), Trigliserida, dan penurun kolestrol HDL (High Density Lipoprotein) yang disebut Dislipidemia.
Namun, perlu disadari pula bahwa ada beberapa kondisi juga yang memicu terjadinya penyakit jantung koroner, yaitu obesitas (kegemukan) dan gangguan pada gula darah.
Bagaimana pencegahan dan pengobatannya?
Konsumsi Transfer Factor secara teratur dapat mencegah berbagai penyakit “mampir” di tubuh kita. Diet teratur, olahraga yang cukup, makan makanan yang bergizi merupakan hal yang HARUS kita jalankan secara berkesinambungan. Transfer Factor sebagai pendidik sistem imun PALING UNGGUL dalam sejarah sains, mampu meningkatkan sistem imun kita dari bahaya serangan penyakit-penyakit jaman sekarang termasuk Penyakit Jantung Koroner ini.

Dalam mengatasi Penyakit Jantung Koroner, konsumsilah 4 jenis Transfer Factor berikut ini:

Jantung -www.thetransferfactorindonesia.com-

Testimoni pasien penyakit jantung yang menggunakan 4Life Transfer Factor:

ARTERIAL WALLS INFLAMMATION
In November 2002 I had a C-Reactive Protein test (CRP) done to measure the level of inflammation in my arterial walls after having read a number of articles indicating this type of inflammation as being the root cause of heart attacks. My CRP reading was 7.9, with 8.7 being about the highest and worst score one can have. This test showed I was at a very high risk of having a heart attack. One physician I shared this with commented in front of a large audience that if my CRP reading stayed at that level, I was virtually guaranteed to have a heart attack. From the day I received my CRP test results I have taken Transfer Factor Cardio daily. At the end of February, 2003, I had the CRP level checked again. In just four short months of consuming Transfer Factor Cardio, I am now close to a 1.1 CRP score – the BEST level one could have. The lowest and best reading on the chart is 1.0. I believe Transfer Factor Cardio saved my life. Thank you Transfer Factor.
-Richard Helgeland, Washington.-
HEART – ISCHAEMIC DISEASE
My mum is 89 years young and suffers from ischaemic heart disease and congestive cardiac failure. Her main complaints were severe shortness of breath on mild exertion, and coughing. She had to be wheeled around whenever we took her for an outing. I took two bottles of targeted transfer factors home to Australia from the 2002 4Life International Convention and started my mum on 2 capsules twice a day. After only three weeks she noticed some improvement in her breathing. After only 5 weeks she said the new capsules we brought back were #1, indicating with her right thumb up. Now she is able to walk further with much less shortness of breath. In mid-October we took her to Werribbee Zoo and brought the wheel chair along for her to use. After a short journey in the wheel chair she decided to walk by herself. We tried to dissuade her and told her that the walk would be too much for her heart. She insisted, and so we relented and let her push the wheelchair around the zoo. She completed the walk around the zoo with no shortness of breath! She has derived other benefits from taking targeted transfer factors, both her appetite and weight have increased! We are extremely happy targeted transfer factors has helped her. We strongly recommend targeted transfer factors for anyone with cardiovascular problems. Thank you Transfer Factor.
-C.K. Benny Foo, MD, Australia.-

Untuk konsultasi dan pembelian produk ini, silahkan hubungi:

Azmuhir

0852-11216375

Jumat, 09 Agustus 2013

Mencegah Resiko Obesitas Sejak Dini


Kebiasaan menikmati makanan siap saji memang tidak hanya “memburu” orang dewasa. Belakangan semakin banyak ditemukan anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas akibat menyukai makanan siap saji.
Kata kunci pertama yang harus diingat adalah, anak-anak memiliki perut yang kecil. Itu artinya, dengan membiarkan mereka mengkonsumsi lebih dari kemampuan perutnya untuk mencerna berarti mendorong mereka mengalami kelebihan berat badan.
Lebih baik memberikan mereka 5-6 porsi kecil setiap hari, ketimbang 3 porsi besar. Karena rata-rata jumlah kalori yang dibutuhkan anak-anak adalah 1.000-1.400 per hari. Dan nutrisi yang paling dibutuhkannya pada usia emas tersebut adalah kalsium. Dalam satu hari harus ada 500mg kalsium yang diterima oleh tubuh yang sumber makan akan terbaik kalsium adalah susu.
Pemilihan susu pun harus bijak. Anak-anak yang berusia di atas 2 tahun, boleh mendapatkan susu skim. Sedangkan mereka yang di bawah usia tersebut, disarankan untuk meminum susu sesuai usianya. Dan bagi anak yang mengalami intoleransi laktosa, berikan makanan tinggi kalsium seperti olahan kacang kedelai, sereal, dan jus jeruk.
Jangan juga lupakan bahwa anak-anak membutuhkan zat besi. Jumlah yang disarankan adalah 7mg setiap harinya. Zat besi diperlukan untuk memaksimalkan proses pertumbuhan badannya, membantunya cepat menerima informasi, dan membentuk kestabilan emosinya. Sereal, daging, serta telur adalah pilihan yang sehat.
Jika kita mau jujur, dari pemaparan ini terlihat betapa anak-anak harus dijauhkan dari junk food. Karena junk food hanya memberikan karbohidrat berlebih dan garam yang tinggi. Pada orang dewasa saja, karbohidrat dan garam yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan apalagi jika diterapkan pada anak-anak.(Siagian Priska)
Source: www.preventionindonesia.com
Solusi untuk perawatan Obesitas adalah dengan mengkonsumsi:
obesitas (www.thetransferfactorindonesia.com)

Untuk konsultasi dan pembelian produk, hubungi:

Azmuhir 085211216375

Selasa, 21 Mei 2013

4Life Transfer Factor


Apakah perbedaan 4Life Transfer Factor Advanced Formula dengan 4Life Transfer Factor Plus Advanced Formula?
Mari kita mulai dengan apa kesamaan yang dimiliki kedua produk ini.
4Life Transfer Factor Advanced Formula dan 4LifeTransfer Factor Plus Advanced Formula menggunakan Formula E-XF yang sangat canggih. Formula ini menggabungkan dua sumber transfer factor, Bovine kolostrum (ekstrak dari susu sapidan ekstrak kuning telur ayam. Kombinasi dari dua sumber transfer factor ini merupakan suatu langkah maju yang besar dalam meningkatkan efektivitas 4Life Transfer Factor.
Sekarang, Apa bedanya?
4Life Transfer Factor Plus Advanced Formula mengandung penguat kekebalan tubuh (sistem imun) tambahan yang dikenal sebagai campuran 4Life Cordyvant. Campuran ini bekerja dengan Formula E-XF untuk meningkatkan efektivitas kekebalan tubuh. Berapa banyak peningkatannya? Studi klinis independen mencatat kenaikannya melebihi 4Life Transfer Factor Advanced 283% yang murni E-XF yang tanpa campuran Cordyvant, naik menjadi 437%. 4Life Transfer Factor Plus Advanced Formula tak tertandingi.
Apa yang bisa Transfer Faktor lakukan untuk Keluarga Anda?
Kita hidup di dunia dimana stres, polusi, pola makan yang buruk dan munculnya jenis-jenis baru dari virus, kuman, bakteri; dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan infeksi lebih sering atau lama. Saat ini orang berusaha mencari solusi untuk menjaga tubuh mereka dan sistem kekebalan tubuh mereka bisa beroperasi pada kinerja puncak.
Orang tua, remaja, dewasa muda, anak-anak menghadapi tantangan lebih dan lebih untuk kesehatan mereka. Setiap orang yang membutuhkan dukungan sistem kekebalan tubuh, atau yang hanya ingin menjaga kesehatan sehari-hari mereka, bisa mendapatkan keuntungan dari produk 4Life Transfer Factor.
Mengkonsumsi Transfer Factor setiap hari dapat mendukung kemampuan sistem kekebalan tubuh kita untuk melawan penyusup yang masuk kedalam tubuh dan membantu kita untuk mempertahankan hidup sehat.
Transfer Factor adalah untuk kita semua. Aman dan cocok untuk segala usia; bayi usia 1 hari hingga lansia.
Transfer Factor adalah Jawaban alam untuk tantangan kesehatan hari ini.
Miliki, dapatkan khasiatnya untuk kesehatan optimal Anda, dan bagi informasinya kepada siapa saja. Hasil cerita Anda segera menghasilkan income yang sebelumnya tidak Anda perkirakan dapat melebihi gaji setiap bulan.