Tampilkan postingan dengan label Kurang Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurang Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013

Tanda-tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan


Serangan jantung kini mulai sering menyerang di usia muda. Presenter Ricky Johannes, contohnya. Pria kelahiran 25 September 1967 ini tampak masih sehat dan enerjik, namun ia meninggal karenaserangan jantung mendadak hari Jumat (22/3) lalu.
Wajar jika orang dengan kondisi yang “tampaknya sehat” tetap bisa terkena serangan jantung. Sebab, seperti dituturkan ahli jantung Muhammad Munawar MD, PhD, serangan jantung merupakan situasi ketika salah satu cabang pembuluh darah koroner tersumbat tiba-tiba. “Sebagian besar pasien didahului proses penyempitan yang berlangsung sedikit demi sedikit, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun,” ujarnya.
Akibat penyempitan perlahan itu, kata anggota Tim Medik Presiden tersebut, penderita tidak merasakannya. Pada beberapa pasien, dinding penyempitan menjadi mudah retak (disebut juga rupture plaque), sehingga terjadi gumpalan darah yang menyumbat secara tiba-tiba. “Inilah serangan jantung (mendadak) itu,” ungkapnya.
Ketua Komite Medik pada RS Jantung Binawaluya, Jakarta, ini memaparkan bahwa dari data statistik, penyakit jantung koroner sebagian besar terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun. Sedangkan pada wanita, di atas usia 50 tahun.
Kendati demikian, bukan tidak mungkin terjadi pada usia lebih muda. Maklum, penyebab umumnya adalah kolesterol tinggi, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, kegemukan, serta kurang olah raga.
Karena itu, Wakil Ketua Masyarakat Jantung Asia Pasifik ini mengingatkan, yang terpenting adalah pencegahan dini. Mulailah dengan mengecek apakah ada diabetes atau mengidap kadar kolesterol tinggi. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah.
Setelah itu, coba cek kemungkinan adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner. Cukup dengan cara sederhana seperti melihat faktor keturunan atau melalui uji latih jantung dengan beban (treadmill test). Jika mau tes dengan teknologi tinggi, bisa saja lewat MSCT (multi slice computed tomography) dan scan nuklir.
“Tetapi harus dipertimbangkan manfaat dan biayanya,” kata ahli yang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Indonesia itu.
Tanda serangan jantung yang harus diperhatikan adalah sakit pada dada yang menjalar ke tangan, punggung, perut, kadang-kadang leher. Bisa juga ada rasa berat atau panas di dada, serta sesak napas.
Bila kondisi itu terjadi lebih dari setengah jam, dosen senior di Universitas Indonesia ini menyatakan, patut dicurigai adanya serangan jantung. Umumnya disertai keringat banyak, kadang-kadang muntah, sebagian pasien bahkan disertai kejang, seperti yang dialami almarhum Ricky Jo.
“Umumnya kejang itu disebabkan oleh serangan irama jantung yang mematikan (lethal arrhythmia), berupa fibrilasi ventricular,” katanya.
Serangan jantung seperti itu disebut mematikan, karena kalau tidak ada tindakan berupa pemberian kejut energi listrik lewat defibrillator dalam 10 menit, pasien bisa meninggal. Alatnya itu, umumnya ada di ruang gawat darurat rumah sakit atau ambulans khusus. “Tapi di negara-negara maju, malah ada di tempat-tempat umum semacam bandara atau stasiun kereta api,” ujar Dr Munawar.
Sebagai tindakan pencegahan jika ada tanda-tanda serangan jantung, berikut tips dari ahli jantung, Muhammad Munawar PhD.
1. Jangan menunda-nunda, apalagi malah mengambil tindakan tak perlu seperti dikerok atau dipijat.
2. Minum aspirin dengan dosis 100-320 mg segera. Kalau ada, berikan tambahan obat antiplatelet yang kuat seperti clopidogrel (300 mg, atu 4 tablet) atau ticagrelor 180 mg. Orang-orang dengan risiko serangan jantung tinggi hendaknya mempunya persediaan obat ini. Obat-obatan nitrat tidak banyak menolong dibanding dengan obat-obat tersebut.
3. Jangan minta pertolongan kepada teman, tetangga, atau dokter keluarga, tetapi teleponlah langsung ke rumah sakit yang siap menangani pasien serangan Jantung. Pastikan bahwa rumah sakit tersebut punya ambulans (atau minta tolong ambulans 118). Siapkan nomor telepon penting ini di ponsel Anda.
4. Pastikan pula rumah sakit yang dihubungi memiliki fasilitas pemberian thrombolisis (bila serangan Jantung masih dalam waktu kurang dari 3 jam) atau fasilitas kateterisasi jantung, dan dokternya siap melakukan tindakan pemasangan ring/stent.
Oleh: Erly Susana – Sumber : Yahoo.com

Minggu, 19 Mei 2013

Penyebab Yang Melemahkan Daya Tahan Tubuh


Setiap orang pasti tidak ingin sakit atau kesehatannya terganggu, tetapi terkadang kita masih bisa sakit juga seperti flu dan sakit ringan lainnya. Biasanya kita terserang penyakit pada saat daya tahan tubuh kita melemah.
Daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda, bahkan pada orang yang samapun untuk waktu yang berbeda daya tahannya berbeda pula. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga agar daya tahan tubuh kita tetap terjaga agar terhindar dari serangan penyakit.Beberapa hal yang melemahkan daya tahan tubuh kita:
  1. Mengkonsumsi makanan dengan kadar lemak dan gula yang tinggi. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar dari kita menyukai makanan yang manis-manis dan makanan yang berlemak, padahal kelebihan mengkonsumsi gula dan lemak akan menyebabkan berkurangnya kemampuan sel darah putih untuk memerangi dan menghancurkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita.
  2. Berat badan yang tidak ideal. Berat badan yang tidak ideal (kelebihan berat badan) membuat resiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker semakin besar. Salah satu penyebabnya adalah kelebihan lemak di dalam tubuh kita yang berpengaruh terhadap daya tahan tubuh kita. Dimana sel lemak yang berlebihan akan memicu pelepasan zat kimia pro peradangan yang bisa berakibat pada peradangan kronis dan menyebabkan jaringan yang sehat menjadi rusak.
  3. Kurang olah raga. Di zaman sekarang ini dimana aktivitas manusia semakin banyak menyebabkan kita tidak sempat berolah raga. Pekerjaan kita menuntut untuk hanya duduk seharian di belakang meja. Padahal tubuh yang jarang bergerak akan membuatsistem daya tahan tubuh kita menurun, selain itu pula tubuh yang jarang bergerak akan membuat kegemukan karena jumlah kalori yang bakar oleh tubuh sedikit dan menumpuk menjadi lemak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit setiap hari bisa meningkatkan kadar leukosit di dalam darah kita, dimana leukosit merupakan sel sistem imunitas yang bertugas memerangi infeksi.
  4. Stres yang berlebihan. Tekanan ekonomi, tekanan pekerjaan, persaingan di zaman sekarang ini semakin tinggi yang menyebabkan jumlah orang yang mengalami stres semakin meningkat. Stres dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh kita.
  5. Merokok. Racun-racun yang ada di dalam rokok juga sangat berpengaruh dalam menurunkan daya tahan tubuh kita.
Beberapa penjelasan tersebut di atas merupakan hal-hal yang menurunkan daya tahan tubuh kita yang harus kita hindari agar kita selalu dapat mempertahankan daya tahan tubuh kita.
Sumber: gayahidupsehat.org