Jumat, 09 Agustus 2013

Mencegah Resiko Obesitas Sejak Dini


Kebiasaan menikmati makanan siap saji memang tidak hanya “memburu” orang dewasa. Belakangan semakin banyak ditemukan anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas akibat menyukai makanan siap saji.
Kata kunci pertama yang harus diingat adalah, anak-anak memiliki perut yang kecil. Itu artinya, dengan membiarkan mereka mengkonsumsi lebih dari kemampuan perutnya untuk mencerna berarti mendorong mereka mengalami kelebihan berat badan.
Lebih baik memberikan mereka 5-6 porsi kecil setiap hari, ketimbang 3 porsi besar. Karena rata-rata jumlah kalori yang dibutuhkan anak-anak adalah 1.000-1.400 per hari. Dan nutrisi yang paling dibutuhkannya pada usia emas tersebut adalah kalsium. Dalam satu hari harus ada 500mg kalsium yang diterima oleh tubuh yang sumber makan akan terbaik kalsium adalah susu.
Pemilihan susu pun harus bijak. Anak-anak yang berusia di atas 2 tahun, boleh mendapatkan susu skim. Sedangkan mereka yang di bawah usia tersebut, disarankan untuk meminum susu sesuai usianya. Dan bagi anak yang mengalami intoleransi laktosa, berikan makanan tinggi kalsium seperti olahan kacang kedelai, sereal, dan jus jeruk.
Jangan juga lupakan bahwa anak-anak membutuhkan zat besi. Jumlah yang disarankan adalah 7mg setiap harinya. Zat besi diperlukan untuk memaksimalkan proses pertumbuhan badannya, membantunya cepat menerima informasi, dan membentuk kestabilan emosinya. Sereal, daging, serta telur adalah pilihan yang sehat.
Jika kita mau jujur, dari pemaparan ini terlihat betapa anak-anak harus dijauhkan dari junk food. Karena junk food hanya memberikan karbohidrat berlebih dan garam yang tinggi. Pada orang dewasa saja, karbohidrat dan garam yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan apalagi jika diterapkan pada anak-anak.(Siagian Priska)
Source: www.preventionindonesia.com
Solusi untuk perawatan Obesitas adalah dengan mengkonsumsi:
obesitas (www.thetransferfactorindonesia.com)

Untuk konsultasi dan pembelian produk, hubungi:

Azmuhir 085211216375